kejamnya ibukota

pertumbuhan penduduk adalah perpindahan penduduk perubahan jumlah penduduk dari suatu
wilayah tertentu pada waktu tertentu,di bandingkan waktu sebelumnya,pertumbuhan pendudukdi indonesia kian melesat cepat terlebih lagi di kota-kota besar seperti jakarta,tidak sedikit orang yang berpindah tempat dari desa ke kota (urbanisasi),tidak lain untuk mengadu nasib di kota besar,selain lonjakan penduduk di pengaruhi oleh urbanisasi,lojakan penduduk juga di sebabkan oleh kebiasaan masyarakat kita,yang masih percaya dengan kata-kata para pendahulunya,yang menyatakan banyak "banyak anak banyak rezeki"
faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan urbanisasi
- untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah dari desa ke kota, seseorang biasanya mendapat pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi dari media masa serta impian pribadi,serta terdesak kebutuhan ekonomi,dan sebagainya.
pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong dan memeksa seseorang untuk berurbanisasi,dibawah ini adalah salah satu faktor penarik dan pendorong seseoarang melakukan hijrah dari desa ke kota:

a. faktor penarik

- kehidupan di kota yang menarik serta lebih modern di banding di pedesaan
- sarana dan prasarana kota yang lebih langkap
- banyak lapangan pekerjaan di kota
- banyak cewek cantik dan cowok ganteng di kota
- pengaruh buruk sinetron indonesia
- tingkat pendidikan yang lebih maju dan berkualitas

b. faktor pendorong

- lahan pertanian yang semakin sempit
- masalah ketidak cocokan terhadap budaya di daerahnya sendiri
- menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
- terbatasnya sarana dan prasarana yang kurang lengkap di desa
- memiliki impian kuat untuk menjadi orang kaya

faktor-faktor tersebuat semakin banyaknya orang yang berurbanisasi,dan menekan laju perkembangan penduduk,hanya ajakan mereka tergiurkan akan kemewahan-kemewahan,
dengan pendidikan,keterampilan,serta pengetahuan yang pas-pasan,serta pola pikir masyarakat kita yang hanya memikirkan "bagaimana nanti saja",mereka rela untuk mengundukan nasibnya di kota.
tidak sedikit para urban yang terlanda kemiskinan,kurangnya pendidikan dari desa,serta banyaknya orang-orang pintar di kota,menjauhkan mereka dari lapangan pekerjaan..
membuat ibukota semakin keras,tuntutan ekonomi serta kepercayaan yang tabu "banyak anak banyak rezeki" tidak mendorong para urban mendapatkan kesuksesan di kota, justru menyeret mereka ke dalam lembah hitam yang amat dalam..
banyak dari anak-anak mereka menderita kelaparan,gizi buruk, dan sebagainya..

kapankah pola pikir bangsa indonesia yang selalu berfikir "bagaimana nanti saja" dan kepercayaan oarang terdahulu yang menyatakan "banyak anak banyak rezeki" dapat hilang dari peradaban bangsa indonesia,,untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk serta kemiskinan dan kelaparan yang melanda bumi pertiwi..??


0 komentar:

Poskan Komentar